Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 November 2012

Jurnal Penyesuaian Sediaan


Jurnal Penyesuaian
Pencatatan persediaan
Ikhtisar L/R
                Persediaan barang dagang
(sebesar angka yang di neraca)
Persediaan barang dagang
                Ikhtisar L/R
(sebesar angka penyesuaian)

Selasa, 06 November 2012

MANFAAT ALPUKAT

Masker wajah dari buah alpukat (avocado) sangat cocok dijadikan bahan masker wajah karena dapat memperlambat penuaan dini pada kulit wajah, karena buah alpukat mengandung asam amino dan beberapa vitamin seperti; vitamin A, B, C dan E.
Selain itu pula, manfaat buah alpukat juga sangat baik bagi kesehatan jika dikonsumsi, diantaranya:

Pengertian Standar Akuntansi Keuangan (SAK)


Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan pedoman dalam melakukan praktek akuntansi dimana uraian materi di dalamnya mencakup hampir semua aspek yang berkaitan dengan akuntansi, yang dalam penyusunannya melibatkan sekumpulan orang dengan kemampuan dalam bidang akuntansi yang tergabung dalam suatu lembaga yang dinamakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).  Dengan kata lain, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) adalah buku petunjuk bagi pelaku akuntansi yang berisi pedoman tentang segala hal yang ada hubungannya dengan akuntansi.

Pengertian Laporan Keuangan


 
Laporan keuangan pada hakikatnya merupakan hasil dari proses akuntansi yang menyediakan informasi keuangan suatu badan usaha yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan di dalam pengambilan keputusan ekonomi
Menurut Zaki Baridwan (2000:7), mengatakan bahwa yang dimaksud dengan laporan keuangan adalah ringkasan dari suatu proses pencatatan yang merupakan ringkasan dari suatu transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.
Sedangkan pengertian laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan (2002:2) menyatakan bahwa laporan keuangan meliputi neraca, laporan rugi laba, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misalnya sebagai laporan arus kas atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Di samping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan dalam laporan tersebut.

Jenis-Jenis Laporan Keuangan Menurut Para Ahli



Jenis laporan keuangan bermacam-macam baik berupa laporan utama maupun laporan pendukung. Jenis-jenis laporan keuangan disesuaikan dengan kegiatan usaha perusahaan yang bersangkutan dan pihak yang keterkaitan untuk memerlukan informasi keuangan pada suatu perusahaan tertentu.

Menurut Munawir yang berjudul “Analisa Laporan Keuangan” menyatakan : “Laporan keuangan pada umumnya terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Perubahan Modal atau Laba yang Ditahan, walaupun dalam prakteknya sering diikutsertakan beberapa daftar yang sifatnya untuk memperoleh kejelasan lebih lanjut. Misalnya, Laporan Perubahan Modal Kerja, Laporan Arus Kas, Perhitungan Harga Pokok, maupun daftar-daftar lampiran yang lain.”(2002:13)

Pengertian Laporan Keuangan Menurut Para Ahli


 

pengertian-definisi laporan keuangan menurut para ahli :

pengertian Perputaran laporan keuangan dalam Wikipedia. Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :

Pengertian Laporan Keuangan


Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan, yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.
Pengertian laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan:
“Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misal, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misal informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga

HPP



Harga pokok dikenal dengan nama singkatnya “HPP” adalah salah satu komponen dari laporan laba rugi, yang menjadi perhatian manajemen perusahaan dalam mengendalikan operasional perusahaan. Bila berbicara mengenai HPP, kita temukan 3 macam harga pokok yaitu harga pokok persediaan, harga pokok produksi dan harga pokok penjualan. Ketiganya adalah komponen yang yang saling terkait namun bila kita mendengar perkataan HPP, maka kita harus konsen mana yang dimaksudkan. Permasalahan itu timbul karena perbedaan kebutuhan masing-masing tingkat manajemen. Manajer bagian pembelian (Purchase Manager) lebih fokus pada harga pokok persediaan, manajer produksi (production manager) atau manajer operasional (Operation Manager) lebih focus pada harga pokok produksi. Manajemen tingkat puncak tentunya akan lebih cenderung focus pada harga pokok penjualan.

Pengertian dan Konsep Metode Harga Pokok Pesanan



Metode harga pokok pesanan adalah suatu metode pengumpulan biaya produksi untuk menentukan harga pokok produk pada perusahaan yang menghasilkan produk atas dasar pesanan. Tujuan dari penggunaan metode harga pokok pesanan adalah untuk menentukan harga pokok produk dari setiap pesanan baik harga pokok secara keseluruhan dari tiap-tiap pesanan maupun untuk per satuan.
Dalam metode ini biaya-biaya produksi dikumpulkan untuk pesanan tertentu dan harga pokok produksi per satuan dihitung dengan cara membagi total biaya produksi untuk pesanan tersebut dengan jumlah satuan produk dalam pesanan yang bersangkutan. Pada pengumpulan harga pokok pesanan dimana biaya yang dikumpulkan untuk setiap pesanan/kontrak/jasa secara terpisah dan setiap pesanan dapat dipisahkan identitasnya. Atau dalam pengertian yang lain, penentuan harga pokok pesanan adalah suatu sistem akuntansi yang menelusuri biaya pada unit individual atau pekerjaan, kontrak atau tumpukan produk yang spesifik.

HPP


Perhitungan Harga Pokok Produksi Untuk Menentukan Harga Jual


Pengertian Biaya
Pengertian biaya menurut beberapa ahli diantaranya, yaitu :
Ø  Biaya adalah jumlah yang dinyatakan dari sumber-sumber (ekonomi) yang dikorbankan (terjadi dan akan terjadi) untuk mendapatkan sesuatu atau mencapai tujuan tertentu. ( Harnanto, 1992,24 ).
Ø  Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu.                                                                                                ( Mulyadi, 1993,8 ).

HARGA POKOK PENJUALAN

Pengertian Harga Pokok Penjualan
Harga pokok penjualan adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang yang dijual atau harga perolehan dari barang yang dijual.
Manfaat harga pokok penjualan.
1. Sebagai patokan untuk menentukan harga jual.
2. Untuk mengetahui laba yang diinginkan perusahaan. Apabila harga jual lebih besar dari harga pokok penjualan maka akan diperoleh laba, dan sebaliknya apabila harga jual lebih rendah dari harga pokok penjualan akan diperoleh kerugian

UNSUR-UNSUR BIAYA PRODUKSI


Unsur-Unsur Biaya Produksi Atau Jasa
Menurut Hansen dan Mowen (2003:40), unsur-unsur yang membentuk harga pokok produk atau jasa adalah: ” The only cost assigned to goods and service completed are the manufacturing costs of direct material, direct labor and overhead”. Unsur-unsur biaya produksi atau jasa menurut Hansen dan Mowen (2003:42), dapat diklasifikasikan dalam tiga jenis yaitu:

HARGA POKOK PRODUKSI


Pengertian harga pokok produksi.
Harga pokok produksi adalah seluruh biaya baik secara langsung maupun tidak
langsung yang dikeluarkan untuk memproduksi barang atau jasa yang merupakan
operasi utama perusahaan dalam suatu periode tertentu. Harga pokok produksi
meliputi biaya pemakaian bahan baku (raw material), biaya tenaga kerja langsung
(direct labor), dan biaya overhead pabrik (factory overhead).
Harga pokok produksi melekat pada barang yang kemudian menjadi persediaan

AKUNTANSI BIAYA


Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisa terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa. Biaya didefinisikan sebagai waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dan menurut konvensi diukur dengan satuan mata uang. Penggunaan kata beban adalah pada saat biaya sudah habis terpakai. Pengertian dan Fungsi Akuntansi Biaya menurut beberapa pakar:

PENGERTIAN AKUNTANSI BIAYA

Akuntansi biaya adalah salah satu bidang akuntansi yang digunakan untuk proses pencatatan, pelacakan, dan analisis terhadap biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi atau perusahaan untuk menghasilkan barang atau jasa. Biaya didefinisikan sebagai sumber daya dan waktu yang dibutuhkan dan diukur dengan satuan mata uang.
Definisi Akuntansi Biaya Menurut Beberapa Pakar
Menurut Schaum, akuntansi biaya adalah suatu prosedur untuk mencatat dan melaporkan hasil pengukuran dari biaya pembuatan barang dan jasa. Fungsi akuntansi biaya menurut Schaum adalah melakukan akumulasi biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan pendapatan.
Sementara menurut Carter dan Usry, akuntansi biaya adalah suatu proses penghitungan biaya dengan tujuan untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian, perbaikan efisiensi dan kualitas, serta pembuatan keputusan yang bersifat rutin dan strategis.
Objek Biaya
Objek biaya (cost object) atau tujuan biaya (cost objective) adalah sebagai suatu aktivitas atau item yang biayanya diakumulasi dan diukur. Berikut ini aktivitas-aktivitas dan item yang dapat menjadi objek biaya.
·         Produk dan proses.
·         Batch dari unit-unit sejenis dan departemen.
·         Pesanan pelanggan dan divisi.
·         Kontrak dan proyek.
·         Lini produk dan tujuan strategis.
Pendekatan Akuntansi Biaya
Terdapat tiga pendekatan yang biasa dilakukan untuk proses akuntansi biaya. Berikut ini tiga pendekatan akuntansi biaya.
·         Biaya standar (standar costing),
·         Biaya berdasarkan kegiatan (activity-based costing), dan
·         Biaya berdasarkan hasil (throughput accounting).
Revolusi dalam Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya telah mengalami perubahan yang sangat drastis karena perkembangan sistem komputer yang hampir menenggelamkan eksistensi pembukuan manual. Sekarang, akuntansi biaya telah menjadi kebutuhan premier dalam semua organisasi, bank, perusahaan, serta lembaga pemerintahan.
Akhir-akhir ini, telah banyak perusahaan yang menerapkan metode pabrikasi produk, perdagangan produk, atau pemberian jasa dengan bantuan komputer. Dengan adanya teknologi, telah sangat memberikan dampak terhadap akuntansi biaya.
Pengajaran dalam Akuntansi Biaya
Banyak pelajaran yang diberikan dalam akuntansi biaya. Semua pelajaran akuntansi biaya berkaitan dengan biaya-biaya yang mungkin timbul dalam proses produksi. Proses belajar yang dilakukan dalam akuntansi biaya, di antaranya tentang penentuan harga pokok produk (bersama dan sampingan), harga pokok proses, pembiayaan (biaya variabel dan biaya tetap), biaya overhead pabrik, departementalasi biaya overhead, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja (langsung dan tidak langsung), pengendalian biaya, serta analisis biaya pemasaran.
Manfaat Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi. Akuntansi biaya merupakan alat bagi manajemen untuk mengawasi dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya.
Manfaat biaya adalah menyediakan informasi yang diperlukan oleh manajemen untuk mengelola perusahaannya. informasi itu berupa perencanaan dan pengendalian laba, penentuan harga pokok produk dan jasa, serta pengambilan keputusan oleh manajemen perusahaan.
Keterbatasan dalam Sistem Akuntansi Biaya
Dalam akuntansi biaya juga ada beberapa kekurangan, terutama dalam sistem akuntansi biaya yang telah ketinggalan zaman. Gejala-gejala dari sistem biaya yang sudah ketinggalan zaman, yaitu hasil dari penawaran sulit dijelaskan, harga pesaing tampak lebih rendah sehingga tidak masuk akal, produk-produk yang sulit diproduksi menunjukkan laba yang tinggi, manajer operasional ingin menghentikan produk-produk yang kelihatan menguntungkan.
Selain itu, marjin laba sulit untuk dijelaskan, pelanggan tidak mengeluh atas kenaikan harga, divisi akuntansi menghabiskan banyak waktu hanya untuk memberi data biaya bagi proyek khusus, serta biaya produk berubah karena ada perubahan peraturan pelaporan.www.AnneAhira.com

P

AYAT JURNAL PENYESUAIAN

AYAT JURNAL PENYESUAIAN
7. Biaya Pemakaian Perlengkapan
Perlengkapan adalah bahan-bahan yang dibeli dengan maksud untuk digunakan dalam operasi perusahaan (tidak untuk dijual kembali).
Contoh: Dari jumlah perlengkapan kantor yang dimiliki perusahaan sebesar Rp 4.000.000,00, sebesar Rp 1.250.000,00 merupakan perlengkapan kantor yang belum dipakai.

Pada tanggal 31 Desember ayat jurnal penyesuaian yang harus dibuat adalah sebagai berikut:
Beban Perlengkapan Kantor               Rp. 2.750.000,00
Perlengkapan Kantor                          Rp. 2.750.000,00



AYAT JURNAL PENYESUAIAN

AYAT JURNAL PENYESUAIAN
6. Penyusutan (Depresiasi)
Yang dimaksud dengan biaya depresiasi adalah alokasi harga perolehan aktiva tetap berwujud yang dibebankan pada suatu periode tertentu. Pembebanan biaya depresiasi ini biasanya dilakukan pada akhir periode. Biaya depresiasi yang dibebankan dihitung dengan cara taksiran, karena jumlahnya tergantung pada tiga faktor yaitu harga perolehan, taksiran umur ekonomis, dan taksiran nilai residu.
Pada akhir periode aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan harus disusutkan karena nilai aktiva tetap yang sesungguhnya pada tahun berjalan dibandingkan dengan nilai aktiva tetap pada tahun pembelian tidaklah sama. Perbedaan ini muncul karena kemampuan semua aktiva tetap (kecuali tanah) dalam menghasilkan pendapatan dan jasa akan semakin menurun dari tahun ke tahun. Penurunan ini terjadi baik secara fisik maupun fungsi. Itulah mengapa nilai aktiva tetap pada neraca harus disesuaikan dengan nilai sesungguhnya, ini dilakukan dengan membuat ayat jurnal penyesuaian.
Besar nilai depresiasi setiap tahunnya dapat ditentukan menggunakan sejumlah metode, antara lain, metode garis lurus, metode tarif tetap atas nilai buku, dan metode jumlah angka tahun. Pada artikel ini hanya akan dibahas satu metode yaitu metode garis lurus karena metode ini paling sederhana dan paling banyak digunakan.
Sebelum menentukan besar nilai depresiasinya setiap tahunnya, perusahaan harus melakukan estimasi nilai residu dan masa manfaat dari aktiva tetap tersebut. Nilai residu adalah perkiraan nilai yang masih tersisa bila masa manfaat aktiva tersebut telah habis. Sementara itu masa manfaat adalah taksiran jangka waktu aktiva tersebut dapat memberikan manfaat bagi perusahaan. Nilai sisa dan masa manfaat ditentukan oleh manajemen. Jadi mungkin saja perusahaan memiliki perbedaan dalam mengestimasi nilai sisa dan masa manfaat untuk aktiva yang sama. Nilai depresiasi setiap tahunnya dihitung dengan cara: harga perolehan dikurangi dengan nilai sisa kemudian dibagi dengan masa manfaat.
Contoh: PT. MAJU memiliki gedung yang harga perolehannya (HP) sebesar Rp 10.000.000,00 ditaksir umur ekonomisnya (UE) 20 tahun dan nilai residu sebesar Rp 500.000,00. maka beban depresiasi yang akan dibebankan setiap tahun adalah:
Pengakuan beban depresiasi dapat dicatat dengan menggunakan dua metode: (1) metode langsung, dan (2) metode tidak langsung.
(1)   Bila menggunakan metode langsung maka pembuatan ayat jurnal penyesuaian adalah sebagai berikut:
Beban Depresiasi Gedung      Rp. 475.000,00
Gedung                                   Rp. 475.000,00




(2)   Bila menggunakan metode tidak langsung maka pembuatan ayat jurnal penyesuaian adalah sebagai berikut:
Beban Depresiasi Gedung                  Rp. 475.000,00
Akumulasi depresiasi gedung             Rp. 475.000,00