Selasa, 06 November 2012

AYAT JURNAL PENYESUAIAN 4. Biaya Dibayar di Muka Yang dimaksud biaya dibayar di muka adalah biaya-biaya yang sudah dibayar tetapi belum dibebankan sebagai biaya pada periode itu. Biaya dibayar di muka ini sering timbul apabila perusahaan membayar biaya-biaya untuk beberapa periode sekaligus, sehingga dari jumlah pengeluaran tadi sebagian akan menjadi beban periode itu dan sebagian lagi akan dibebankan pada periode mendatang. Contoh: Pada tanggal 1 April 2010 perusahaan membayar premi asuransi untuk 1 tahun sebesar Rp 12.000.000,00 Terdapat dua pendekatan dalam mencatat biaya dibayar di muka, yaitu pendekatan neraca dan pendekatan laba rugi. (1)Pendekatan Neraca, bila perusahaan menggunakan pendekatan neraca maka pembayaran premi untuk beberapa periode ke depan akan dicatat sebagai beban dibayar di muka. Pada akhir periode, perusahaan melakukan penyesuaian atau pengakuan beban sebesar manfaat yang telah diperoleh perusahaan. Pada tanggal 1 April 2010 jurnal yang dibuat perusahaan adalah sebagai berikut: Asuransi Dibayar Dimuka Rp.12.000.000,00 Kas Rp. 12.000.000,00 Pada tanggal 31 Desember 2010, total biaya yang harus dijadikan beban adalah sebesar Rp 9.000.000,00 (9 * Rp 1.000.000). Maka ayat jurnal penyesuaian yang dibuat perusahaan adalah sebagai berikut: Beban Asuransi Rp. 9.000.000,00 Asuransi Dibayar Dimuka Rp. 9.000.000,00 (2) Pendekatan Rugi Laba, bila perusahaan menggunakan pendekatan laba rugi maka pembayaran beban untuk beberapa periode ke depan akan langsung dicatat sebagai beban, bukan beban dibayar di muka. Pada akhir periode, perusahaan melakukan penyesuaian terhadap beban yang belum jatuh tempo atau belum dirasakan manfaatnya oleh perusahaan. Pada tanggal 1 April 2010 jurnal yang dibuat perusahaan adalah sebagai berikut: Beban Asuransi Rp. 12.000.000,00 Kas Rp. 12.000.000,00 Pada tanggal 31 Desember 2010, perusahaan hanya boleh mengakui beban asuransi sebesar Rp 9.000.000,00 . Itulah mengapa beban asuransi harus dikurangi sebesar Rp 3.000.000,00. Maka ayat jurnal penyesuaian yang dibuat perusahaan adalah sebagai berikut: Asuransi Dibayar Dimuka Rp. 3.000.000,00 Beban Asuransi Rp. 3.000.000,00 Pada dasarnya penggunaan metode manapun akan menghasilkan saldo yang sama pada akhir periode (asuransi dibayar di muka sebesar Rp 3.000.000,00 dan beban asuransi sebesar Rp 9.000.000,00). Perbedaan antara keduanya hanya terletak pada starting point pencatatan dan pada ayat jurnal penyesuaian.

4. Biaya Dibayar di Muka

Yang dimaksud biaya dibayar di muka adalah biaya-biaya yang sudah dibayar tetapi belum dibebankan sebagai biaya pada periode itu. Biaya dibayar di muka ini sering timbul apabila perusahaan membayar biaya-biaya untuk beberapa periode sekaligus, sehingga dari jumlah pengeluaran tadi sebagian akan menjadi beban periode itu dan sebagian lagi akan dibebankan pada periode mendatang.

Contoh: Pada tanggal 1 April 2010 perusahaan membayar premi asuransi untuk 1 tahun sebesar Rp 12.000.000,00

Terdapat dua pendekatan dalam mencatat biaya dibayar di muka, yaitu pendekatan neraca dan pendekatan laba rugi.

(1)Pendekatan Neraca, bila perusahaan menggunakan pendekatan neraca maka pembayaran premi untuk beberapa periode ke depan akan dicatat sebagai beban dibayar di muka. Pada akhir periode, perusahaan melakukan penyesuaian atau pengakuan beban sebesar manfaat yang telah diperoleh perusahaan.

Pada tanggal 1 April 2010 jurnal yang dibuat perusahaan adalah sebagai berikut:
Asuransi Dibayar Dimuka              Rp.12.000.000,00
Kas                                                         Rp. 12.000.000,00

Pada tanggal 31 Desember 2010, total biaya yang harus dijadikan beban adalah sebesar Rp 9.000.000,00 (9 * Rp 1.000.000). Maka ayat jurnal penyesuaian yang dibuat perusahaan adalah sebagai berikut:
Beban Asuransi                 Rp. 9.000.000,00
Asuransi Dibayar Dimuka              Rp. 9.000.000,00

(2) Pendekatan Rugi Laba
, bila perusahaan menggunakan pendekatan laba rugi maka pembayaran beban untuk beberapa periode ke depan akan langsung dicatat sebagai beban, bukan beban dibayar di muka. Pada akhir periode, perusahaan melakukan penyesuaian terhadap beban yang belum jatuh tempo atau belum dirasakan manfaatnya oleh perusahaan.

Pada tanggal 1 April 2010 jurnal yang dibuat perusahaan adalah sebagai berikut:
Beban Asuransi                 Rp. 12.000.000,00
Kas                                         Rp. 12.000.000,00


Pada tanggal 31 Desember 2010, perusahaan hanya boleh mengakui beban asuransi sebesar Rp 9.000.000,00 . Itulah mengapa beban asuransi harus dikurangi sebesar Rp 3.000.000,00. Maka ayat jurnal penyesuaian yang dibuat perusahaan adalah sebagai berikut:
Asuransi Dibayar Dimuka              Rp. 3.000.000,00
Beban Asuransi                                 Rp. 3.000.000,00
Pada dasarnya penggunaan metode manapun akan menghasilkan saldo yang sama pada akhir periode (asuransi dibayar di muka sebesar Rp 3.000.000,00 dan beban asuransi sebesar Rp 9.000.000,00). Perbedaan antara keduanya hanya terletak pada starting point pencatatan dan pada ayat jurnal penyesuaian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar